Jepang tidak panik

Mar 22, 2011

Bertubi-tubi setelah dilanda gempa dan tsunami, saat ini Jepang sedang mengalami krisis nuklir akibat hancurnya sistem pendingin reaktor nuklir Fukushima karena di terjang tsunami pada 11 Maret 2011 lalu. Sudah tau beritanya kan? ya semakin hari berita nya semakin mengkhawatirkan, bahkan isu nya radiasi nuklir tersebut meluas hingga Tokyo.

Akan kah Jepang menjadi seperti Chernobyl, kota yang tak berpenghuni di Ukraina akibat bencana ledakan nuklir pada tahun 1986?

nuklir Chernobyl
PLTN Chernobyl yang meledak dan sampai saat ini memiliki tingkat radiasi dalam keadaan kritis
*sumber : wikipedia

Melihat beberapa headline mengenai bencana Jepang kemarin membuat Saya takjub, karena warga Tokyo tetap menjalani rutinitas seperti biasa, seolah tidak ada sesuatu yang mereka khawatirkan. Padahal media massa terus menerus memberitakan suasana yang mencekam di kota itu. Warga asing yang tinggal di Tokyo pun sudah banyak yang pulang kampung karena takut terkena efek radiasi nuklir Fukushima.

Koq bisa yah, ditengah kondisi yang demikian hampir tidak ada tanda-tanda kepanikan di wajah orang Jepang. Mereka melakukan aktivitas seperti biasa tanpa ada perubahan yang signifikan. Lalu apa yang membuat mereka tidak panik? Jawaban menarik yang Saya baca di salah satu artikel di kompas.com "Karena mereka percaya pada pemerintahnya" ya..orang Jepang yakin bahwa pemerintah Jepang akan melakukan yang terbaik dan selalu memikirkan rakyat. Pemerintah Jepang sudah siap dengan berbagai kemungkinan dan untuk krisis nuklir ini, sangat tidak mungkin apabila pemerintah belum memikirkan kondisi terburuk.

Saya manggut-manggut bacanya, memang seharusnya demikian rakyat percaya sepenuhnya dengan pemerintah dan yakin bahwa pemerintah dapat mengatasi dengan baik masalah ini. Walaupun mungkin saja sebenarnya mereka juga was-was dengan perkembangan yang terjadi, hanya saja hal itu tidak ditunjukkan. Mereka tetap saling menyemangati untuk menghilangkan kekhawatiran mengenai dampak terburuk dari radiasi nuklir Fukushima ini.

Sedikit cerita mengenai reaktor Fukushima yang Saya rangkum dari kompas.com. Reaktor Fukushima ini sudah berumur 40 tahun dan menurut rencana reaktor ini akan ditutup pada bulan April 2011 mendatang. Namun ternyata sebelum ditutup sudah lebih dulu diterjang tsunami. Meski sudah 40 tahun, pengelolaan reaktor nuklir ini tetap menganut prinsip dasar yang dikenal dengan istilah 3C, yang berarti Control, Cool, dan Contain. Dalam kondisi apapun, termasuk bencana, reaktor nuklir harus selalu dapat di Control. Fungsi Control ini bekerja dengan baik, terbukti saat gempa terjadi seluruh reaktor berhenti (shutdown), yang mengurangi terjadinya risiko kebocoran. Setelah berhenti, reaktor ini membutuhkan langkah pendinginan (Cooling). Langkah ini sebenarnya dapat dilakukan secara otomatis dengan pompa listrik yang akan menyirami reaktor dengan air laut. Sayangnya, tsunami menghajar alat otomatis tersebut. Akibatnya proses pendinginan gagal. Dan saat ini Jepang sedang berusaha mendinginkan reaktor tersebut. Langkah pendinginan itu mensyaratkan beberapa ledakan untuk mengurangi tekanan. Jadi ledakan-ledakan tersebut bukan tak terkendali, namun memang bagian dari proses pendinginan. Risikonya memang ada pelepasan radiasi ke udara.

reaktor nuklir jepang
 Ledakan yang terjadi pada reaktor nuklir Jepang

Meski pendinginan gagal, bahan radioaktif yang berbahaya masih tersimpan dalam tabung pengamannya (reactor vessel). Dan inilah fungsi C ketiga, Contain. Bahan radioaktif berbahaya di reaktor Fukushima, tersimpan baik dalam berbagai lapisan tabung pengaman. Ini berbeda dengan reaktor nuklir Chernobyl yang tidak memiliki vessel pengaman dan tidak didinginkan dengan air, melainkan dengan graphite yang justru memicu api. Reaktor Chernobyl juga digunakan untuk keperluan militer, sementara Fukushima untuk pembangkit energi. Oleh karena itu, di Chernobyl, material yang digunakan berbeda, materinya berbeda, dan cara penangannya juga berbeda. Jadi, bencana Chernobyl tidak mungkin terjadi di Fukushima. Mengenai radiasi yang tersebar ke daerah Shinjuku Tokyo adalah sekitar 0.089 microsievert (satuan pengukur radiasi). Ini jauh lebih kecil dari radiasi kalau kita naik pesawat terbang, ataupun bekerja di depan komputer. 

Analisa tersebut diatas di jelaskan oleh mahasiswa nuklir asal Indonesia yang berada di Jepang. Mereka diberi ruang kerja di KBRI Tokyo untuk terus memantau dan melakukan update pada warga Indonesia akan kondisi reaktor nuklir Fukushima.

Apapun yang terjadi disana, semoga cepat segera terselesaikan dengan baik. Saya angkat topi kepada pemerintah Jepang dan para pekerja yang tetap berjuang untuk memperbaiki reaktor nuklir di Fukushima walaupun nyawa sebagai taruhannya.

sumber : http://internasional.kompas.com/

18 great comments:

Ajeng Sari Rahayu said...

Subhanalloh Dev, salute saya sama mereka!
Demi kepentingan orang banyak, rela kalau nyawa sebagai taruhannya ...hebat!

rental lcd projector said...

tegar juga ya jepang, semoga situasinya lebih baik sekarang. .

Elsa said...

keren banget deh Jepang yaa
gak ada penjarahan
gak ada acara keributan
yang ada antri dan gak berdesak desakan...
semuanya sabaaaaar dan tenang

Nadia Meutuah said...

loyalitas orang - orang jepang ke Negaranya emang patut diacungi jempol yah, dan memang negara Jepang paling hebat dalam segala hal terutama bencana alam, apalgi dalam keadaan seperti sekarang, yakin deh bisa survive dan semoga issue radiasi nuklir dapat ditangani dengan baik, Amiiin

Mila Said said...

aku baru baca di koran td pagi, diperkirakan akhir 2011 kondisi ekonomi Jepang sudah akan stabil... trus hebatnya lagi pinjaman JICA buat Indonesia msh jln. semua itu krn mereka sdh antisipasi buat bencana gini, jd klo kejadian tinggal ikutin sistem. keren bgt kan tuh...

Gaphe said...

Walaupun dalam keadaan genting, orang jepang bisa kontrol emosi dan tetep calm down. Liat di tv, bahkan dalam ngantri bantuan mereka berdiri secara teratur. coba aja kalo di Indonesia kejadian, isinya paling demo doank..

Corat - Coret [Ria Nugroho] said...

kalau di Jepang bisa percaya dengan pemerintahnya tapi kalo di indonesia mmmm kayaknya gak bs percaya dengan pemerintahnya hehehe
semoga saja bencana dapat segera membaik dan Jepang menjadi pulis seperti sedia kala :)

Arief Bayoe Sapoetra said...

wah semoga saja bencana itu cepat selesai dijepang.....

.:diah:. said...

iyah, mereka itu bisa tenang menghadapi bencana sedahsyat ini, bahkan masih bisa menenangkan orang lain, bisa sambil tertawa pun, salut buat mereka, kapan y kita bisa setegar mereka??

Nova Miladyarti said...

salut banget memang sama jepang.

Syandrez said...

dahsyat jepang. Andai Indonesia juga seperti itu ya.. Tenang, disiplin, saling menyemangati, saling mempercayai dan saling menghormati. Sedangkan kita?? hiks.. mudah2n ga lagi.

*salam kenal, blognya simple tp keren.. ^^b

miwwa said...

Subhanallah, semoga semua bencana ini segera berlalu dari Jepang.. ;(

dEvi said...

@all..makasii komen dan masukannya yah..
semoga kita bisa mengambil himkah dari bencana Jepang ini dan mudah2an Indonesia bisa menyerap pelajaran dari Jepang mengenai penanganan bencana..ya mereka memang hebat, bahkan kemungkinan terburuk pun sudah mereka antisipasi..
semoga bencana ini segera berakhir..amin...

Meutia Halida Khairani said...

subhanallah.. great posting dev.. beberapa kali baca di detik or kompas ttg ledakan itu ternyata undercontrol. sistem 3C itu keren bgt bgt ya..

yg paling keren adalah rakyat jepang percaya sama pemerintahnya :)

Afrilita Pandan Dici said...

hebat ya..pemerintah sama rakyatnya..

bisa jadi contoh buat indonesia tuh,,kalo pemerintahnya bagus rakyat juga jadi percaya sepenuhnya..

Rere said...

jepang emang top!

devi postingannya bagus bgt loh. camikuw juga lagi screening tu orang2 yang dari jepang selama 5 hari nonstop, biar oleh2 radiasinya gak tersebar kemana2.. ^^

dEvi said...

@meutia & Afrilita..iyah rakyat dan pemerintah nya kompak banged yah, jadi ga ada tu yang namanya salah2an..patut dicontoh emang!

@rere..tq yaa :)
loh emang cami mu kerja dimana re?

Mr TM said...

Luar biasa, mereka bnr2 sdh siap dgn segala kemungkinan yg akan terjadi...


Contoh beharga tentunya bagi pemerintah kita, yg selalu ketinggalan payung ketika hujan...

Post a Comment