Polemik New 7 Wonders of Nature Pulau Komodo

Feb 8, 2011

Komodo

Beberapa hari lalu Saya sempat lihat headline news tentang Pulau Komodo yang akan dicoret sebagai finalis New7Wonders of Nature. Walaupun akhirnya keputusan Yayasan New7Wonders tetap mempertahankan Komodo dalam list nominasi nya tapi ada cerita yang menurut Saya menarik untuk dibahas.

Saya penasaran, alasan apa kira2 yang mendasari New7Wonders Foundation untuk mencoret Pulau Komodo? Karena tidak mungkin sebuah platform voting global dan terbesar seperti itu tiba-tiba mencoret salah satu nominasi nya karena alasan yang 'ecek-ecek'.

Yang pertama Saya baca adalah pernyataan Bapak Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. Berikut adalah kutipan pernyataan dari Pak Menteri yang Saya ambil dari kompas.com.

"Mereka meminta Indonesia menjadi tuan rumah untuk deklarasi pada tanggal 11 bulan 11 tahun 2011. Wah, tadinya saya sudah naksir, kalau di Indonesia deklarasi sedunia kita kan dapat gaungnya. Tapi persyaratannya berat, jadi harus membayar komitmen fee"


"Pemerintah diminta membayar 10 juta dollar AS sebagai komitmen pengumuman menjadi tuan rumah. Tak hanya itu, untuk pelaksanaannya, penyelenggara juga diminta mengeluarkan dana 35 juta dollar AS. Jadi, totalnya kita mengeluarkan 45 juta dollar AS atau lebih dari Rp 400 miliar. Saya berpikir, karena saya bekas pengusaha, hitung-hitung layak enggak mengeluarkan uang Rp 400 miliar untuk mempromosikan komodo jadi tuan rumah yang belum tentu menang, kan masih dipilih lagi menjadi tujuh"


"Bisa enggak pulang pokok (balik modal). Walaupun saya tetap ingin promosikan Komodo"

Masih menurut Jero Wacik, karena penolakan Indonesia, penyelenggara menyatakan Komodo akan dicoret.

"Mereka mengatakan, kalau Indonesia tidak bisa menjadi tuan rumah, akan kita delete"

Ya emang janggal banget kan, kalo Indonesia ga bersedia jadi tuan rumah toh masih ada negara finalis New7Wonders of Nature lainnya. Alasan ini sangat tidak kuat untuk mencoret Pulau Komodo sebagai nominasi New7Wonders.

Pulau Komodo

Di lain sisi, pihak New7Wonders Foundation melalui Presiden New7Wonders Bernard Weber menyatakan kecewa kepada Kemenbudpar. Weber mengharapkan Kemenbudpar bertanggung jawab menghargai dan mencari solusi atas berbagai kesepakatan, karena Jakarta akan menjadi tempat penganugerahan New7Wonders of Nature pada tanggal 11 November 2011. Dan Weber juga menegaskan komitmen itu sudah ditandatangani pada Desember 2010 melalui konsorsium yang ditunjuk Kemenbudpar. Berikut ini pernyataan Bernard Weber mengenai kekecewaannya atas reaksi Kemenbudpar yang Saya kutip dari detiknews.com dan kompas.com

"Mereka bereaksi dengan informasi salah yang kejam, memunculkan (isu) soal komitmen finansial dan tindakan penuh prasangka untuk menutupi kurangnya tanggung jawab dan tugas moral"

"Walaupun sudah ada banyak pernyataan, termasuk yang tertulis ataupun secara publik selama hampir dua tahun, pada saat bersamaan tidak ada usaha yang dilakukan oleh pihak kementerian untuk mendukung proses penawaran (sebagai tuan rumah New7Wonders)"

Nah kalo yang Saya baca di detiknews.com mengenai kronologis polemik yang terjadi, awalnya pemerintah Indonesia melalui Kemenbudpar pada tahun 2009 sampai awal 2010 terlihat sangat antusias untuk menjadi tuan rumah Penganugerahan dan penyelenggaraan Deklarasi Pemenang New7Wonders. Namun pada bulan November 2010, Kemenbudpar tidak menanggapi laporan tindak lanjut kesepakatan antara pihak swasta (konsorsium) dan New7Wonders untuk mengumumkan Jakarta sebagai tuan rumah penyelenggaraan Penganugerahan dan Deklarasi Pemenang New7Wonders. Sampai akhirnya pihak swasta mengundurkan diri dari event ini karena tidak adanya kepastian dari pemerintah. Namun hal ini bertentangan dengan sikap Kemenbudpar yang tampil pada talkshow di salah satu stasiun TV swasta dan menyatakan niatnya untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan event dimaksud. Mungkin ini yang membuat New7Wonders merasa tidak dihargai. Pernyataan demi pernyataan disampaikan kepada publik namun tidak pernah ada tindak lanjut yang konkrit. Dan dukungan sektor swasta yang sangat strategis juga diacuhkan oleh Kemenbudpar.
*untuk kronologis lengkapnya bisa baca di detiknews.com atau di blog resmi New7Wonders (disitus tersebut juga ada artikel terkait the true financial number dari pihak New7Wonders)

Akhirnya keputusan yang kemarin diumumkan oleh New7Wonders adalah tetap mempertahankan Komodo pada kompetisi ini karena mereka menerima banyak permintaan dukungan dari tokoh publik agar Pulau Komodo tetap lanjut menjadi finalis New7Wonders of Nature, namun New7Wonders mencopot Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dari statusnya sebagai Official Supporting Committee untuk Komodo dalam kampanye New7Wonders of Nature

Klo begini ceritanya diluar siapa yang benar dan siapa yang salah, New7Wonders Foundation sepertinya benar2 kecewa dengan kinerja Kemenbudpar. Dan ada pernyataan yang menurut Saya menarik dari seorang Presiden New7Wonders, Ia mengatakan dengan kejadian ini Indonesia belum layak menggelar event internasional seperti Olimpiade atau Piala Dunia sekali pun. *ngenes yah dengernya*

Harapan Saya pribadi semoga dengan kejadian ini, pemerintah bisa bersikap tegas dalam menangani hal-hal yang menyangkut kredibilitas negara apalagi untuk event internasional seperti ini. Jangan sampai negara luar men-cap kinerja buruk pemerintahan kita. Ya semoga semua pihak bisa belajar dari pengalaman ini.

sumber:
http://travel.kompas.com/
http://www.detiknews.com/
http://n7wpress.wordpress.com/ 


--------------------------------------------------------------------------------------------------------
*Update : untuk klarifikasi postingan ini, baca juga New7Wonders - UNESCO *Klarifikasi posting sebelumnya
--------------------------------------------------------------------------------------------------------

5 great comments:

Nadia Meutuah said...

ini juga ni Dep, yang buat Wisata Indonesia kurang promosi, abis ngeluarin dananya mikir2 sih ya...tapi alhamdulillah ya Akhirnya pulau komodo ga jadi dicoret..

dEvi said...

yg masalah itu klo mikirnya kelamaan nad, jadi yg nungguin jg kesel..hehehe :D

Corat - Coret [Ria Nugroho] said...

400milyar gak terlalu besar kan bs pake duitnya gayus dan koruptor lainnya hehehe :p
ak berharap bgt Pulau Komodo bisa terpilih Amin

dsy said...

klo sy kok justru senang pemerintah ga mau ikut2an New7wonders ini, krn new7wonders adalah yayasan privat, jadi ga ada tuh yg memberi mandat ke mereka utk menentukan keajaiban dunia.
jadi mereka sbnrnya ga punya hak untuk menentukan keajaiban dunia.
tanpa di-list dalam daftar 7wonder ala New7wonder pun pulau Komodo udah terkenal kok
perspektif lain bisa dibaca di http://priyadi.net/

dEvi said...

@mbak desy..tq masukan dan link referensi nya mbak..sepertinya aku keliru menyimpulkan berita2 itu..eniwei akan segera di klarifikasi :)