Keajaiban perang di Gaza Palestina - Part 2

Jun 16, 2010

gaza palestina
Menindaklanjuti postingan part 1 dari kisah kasih eh salah kisah kisah keajaiban perang di Gaza, ini lanjutan nya dan yang belum sempet baca silahkan ke Part1. Dan sebelumnya aku mau cerita sedikit nih, kemarin tepatnya hari jumat (11/5/2010) di kantor ku ada kajian akbar dengan tema Kesaksian dari Mavi Marmara yang langsung mendatangkan 4 orang relawan KISPA yang ikut serta dalam perjalanan kemanusiaan itu, Ust. Ferry Nur (ketua KISPA), Ust Muhendri Muchtar (Wakil Ketua KISPA), Hardjito Warno (Humas KISPA yang juga sebagai wartawan Aljazeera Indonesia) dan yang tidak dapat hadir pada kesempatan itu  karena masih menjalani perwatan akibat tertembak oleh tentara Zionis adalah Okvianto Emil (Anggota KISPA).

Dari 3 orang relawan yang hadir kemarin, sumpah sukses bikin aku merinding dan gondok banged sama tentara Zionis yang kejam dan tidak berprikemanusiaan. Para relawan dijemur dibawah terik matahari dengan kondisi tangan terborgol dan berlutut dari jam 8 pagi sampai jam 10 malam bahkan ada yang sampai subuh esok harinya tanpa dikasih makan dan minum..ngebayanginnya aja udah serem apalagi mereka yang ngerasain itu. Para relawan itu merasakan apa yang dirasa oleh rakyat Gaza walaupun hanya beberapa hari. Mereka juga sempat merasakan dipenjara, namun memang zionis itu licik, untuk mendapatkan simpati dunia, mereka memperlakukan semua relawan dengan baik pada waktu dipenjara, relawan smua dikasih peralatan mandi, dikasih makanan dan minuman. Padahal itu semua hanya kamuflase u/ mendapatkan simpati dari seluruh dunia yang saat ini mengecam Israel. Banyak cerita menarik yang disampaikan mereka walaupun dengan waktu singkat hanya 45 menit. Dan cukup satu paragraf ini yaah aku crita nya..lanjuut ke cerita keajaiban perang di Gaza..


Suara Tak Bersumber
Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).
Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.
“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.
Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.
Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.
“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.
Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesuatu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.
Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan,
“Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”
Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh
Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.
Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas. Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu. Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau.
Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga tidak memiliki kesempatan serupa.”
Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.
Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.
Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali. Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa, “Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.” Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para mujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.
Harum Jasad Para Syuhada
Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza. Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.
Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo.com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi. Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.
Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik. Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi ruangan yang sama.
Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.
Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaunana dilansir situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, “Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”
Baiklah sebelum lebih panjang lagi kayanya cukup segini dulu yaa ceritanyaa...hepi bloging kawans ^^

13 great comments:

Arif Chasan said...

Subhanallah... hanya itu yang bisa terucap... moga dengan membaca kisah2 ini, hati kita semua bisa "terbuka"....

uci cigrey said...

saya hadirr :D coba minta fotonya dulu sama si nadia :D dia fotoin tuh kmaren pon.

allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum

Corat - Coret [Ria Nugroho] said...

Subhanallah Allah memang pasti menolong hambaNya yang dalam kesulitan
Pasti keajaiban yg terjadi disana, pertanda Allah tidak melupakan umatNya yg sedang menderita

siroel said...

obsesi ingin jadi syuhada...

meliajani said...

Subhanallah.
aku merinding bacanya, dev..
eh eh, devi ama ucil tuh sekantor yaa?
:bingung:
hehe :D

tfd said...

wahhh... mengerikan banget ya suasana di sana...senangnya baca pengalaman orang lain...

btw, gimana ya cara pasang icon share/save di badan setiap posting pada blog ini? apakah dipasang setiap kali posting atau langsung dari kode html nya? thanks...

dEvi said...

@arif..amiin :)

@uciL..oiya ya,lupa..uda telat ciL :D

@mbak ria..setuju mbak Allah selalu melindungi mereka..

@siroel..amiinn :)

@melia..iyah kita sekantor mel, satu SMA, satu kamar kostan pas kuliah..hoho lengkaapp :D

@tfd..itu pake kode html, tambahin di css nya..cb googling dgn kata kunci "add social bookmark blogspot"
makasii uda mmapir yaa :)

amaryliani sukma said...

subhanallah.. it's so amazing .. keren bangett kak..

Riesta Emy Susanti said...

subhanallah,,,,
smua karna kuasa Alloh...

anyindia said...

saya nulis soal ini juga lho mbak

Tips trik blogging said...

Subhanallah..
sungguh besar kuasa Allah SWT ya sob..

Diana Afiifah said...

ckckckck . begitu (sangat) banyak kuasa Allah ya .
suara tak bersumber itu lho tau tau merinding gitu ~.~

ohya makasih udah di vote ya kak :)

Danil Edan said...

semua kuasa tuhan sob....
maaf baru bisa mampir, coz baru sembuh dari sakit

BTW kamu aja yang bikin kaya postingan Lanjutin ceritanya yang di blog aku, ntar aku ikut ngelanjutin ceritanya

Post a Comment